Rite Now I’m “Om”

Setelah sekian lama, sekian bulan, sekian hari, sekian jam, sekian menit, sekian detik, dan sekian… terima kasih..

Lho lho lho….. ?

Today, July 6th, 2008. Tepatnya sekitar jam 4 pagi di Puri Adisti, aku jadi….

Aku jadi “Om”. Yahhh jadi tua dehhh…

How come?

Bojone masku nglaherke… Anake jaler, bobote sekitar 4 kg. Wuihh gedhe tenan… 😀 .

Apaan nih gitu aja kok ditulis disini…

Ya biarin, suka-suka gue dungg… Sebenarnya biar ada bukti otentik kalo besok-besok dibutuhkan. Gini ceritanya: setelah lahirnya putra dari kakakku, trus ibuku nengok kesana, berbincanglah dua sosok manusia yang sangat ku kenal itu.. Mereka berbincang tentang sesosok makhluk yang baru saja keluar dari 3 kegelapan. “Din piye anakmu?” “Ra piye-piye?” “Piye rupane?” “Woh medeni banget!… lha kegedhen sih… Rupane kaya badut” “Malahan, ibuke bojoku ngomong nek bayiku rupane padha karo mbahne lanang” (=babe gue)

He he he he… Ben suk anakke nek wis gedhe trus maca blog-ku nek biyen wong tuwane alias masku ngelokke rupane medheni…. 🙂 . Blog ini sebagai bukti… hwekekekekkkkekekek… Anaknya misal tahu gimana ya?…

Advertisements

One response to “Rite Now I’m “Om”

  1. dasar cah sedheng, sekali sedheng ya tetap sedheng… he he he . coba kita bayang kan jika hal itu terjadi pada diri kita??hemm apa jadi ya????ndak ah ndak usah dibayangkan.. cukup dijalani, di nikmati dan di syukuri…
    he he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s