Islam dan Teknik Industri

Judul di atas merupakan judul makalah yang ditulis oleh Reza Nasrullah dosen TI di Unisba . Saya dapatkan makalah tersebut dari teman SMA saya (Wardi, kerja di dept PU –> nggak nanya!!) yang memberikan link di sini (g tau masih ada ato nggak, kalo gak sedot aja ini). Langsung aja dehh gw sedot!!

Hmm… keliatannya menarik cuz belum pernah denger atau mendapatin tuh judul kayak gitu. Dari pertama kuliah ampe ni mau lulus, belum pernah ilmu-ilmu TI dibandingin ato maksutnya dilihat dari sudut pandang Islam.

Ya iyalahh… secarrrra gitu loohhh… kan lu kuliah di swasta nasional?? bukannya di swasta agamis..

O y deng.. he he he.. Tapi dulu waktu SMA, pelajaran tertentu dihubungkan dengan Islam –> Al Qur’an. Segala ilmu kan ada di Al Qur’an (ihh sok teu nihh padahal baca aja gak bisa).. Misalnya mata pelajaran fisika pada bab pembentukan bumi dan antariksa, kan ada tuh kalo g salah teori big bang, trus teori nebula, dsb. Lha di Al Qur’an mah dah ditulis tuhh..

Pada Al-Anbiya 30 Allah berfirman :
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya..”
Begitu juga dalam Adz-Dzaariyat 47 :
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar Maha Meluaskan”

Tuh kan dah ada di Al Qur’an. Tinggal kita aja yang mo gimana cara berpikirnya. Al Qur’an kan cuman memberikan gambaran kecil tapi maknanya buanyyaakkk. Contoh yang lain gw inget dulu Bu Fad (guruku di SMA N 5 Yogya) ngomong tentang komet trus ngomong tentang bulan, rotasi bumi dsb tuhh dihubungin ma Al Qur’an. Emang sih Al Qur’an dah nyebutin satu2 ilmu2 di dunia ini tapi ya karena itu kemalasan umat Islam pada umumnya contohnya gw sendiri ya gini dehh.. Coba inget2 pas pelajaran sejarah SMA. Kan dulu abad berapa ya aq lupa, di Eropa sedang dalam masa kegelapan. Percaya ma klenik, tahayul, ilmunya masih “cetek2”, bandingin ma negara Islam di Timur tengah. Wuihh majunya minta ampunn… Kayak Mbah Ibnu Sina (dikenal di Eropa sebagai Avicena) yang pinter kesehatan ma matematika. Abad demi abad berjalan, ilmunya dari Timur tengah dibawa ke Eropa trus karena kemunduran dunia Islam gak ada khalifah yang cool trus Eropa yang menjadi maju pesat sedangkan dunia Islam tenggelam dehh… ampe sekarang

Eitt.. kembali ke laptop semula… Di makalah tersebut pingin mengetahui apakah konsep-konsep di TI sama dengan atau sesuai dengan konsep-konsep Islam. Sebelumnya dijelasin arti Islam dan arti TI. Disebutkan bahwa Islam jelas-jelas berbicara tentang bagaimana manusia sepatutnya, sebaiknya, sewajarnya dan seharusnya menjalani masa hidupnya. Sedangkan Teknik Industri juga menjadikan manusia sebagai bagian dari sistem yang dikajinya. Tetapi definisi Teknik Industri tersebut lebih menekanka posisi manusia sebagai obyek daripada subyek. Sedangkan Islam lebih proporsional dengan menyatakan bahwa manusia dapat berperan sebagai subyek atau obyek atau sekaligus dua-duanya.

Nah hasilnya konsep-konsep TI ada yang sesuai dan ada yang tidak. Contoh konsep yang tidak sesuai seperti bunga pada ekonomi teknik (yahh mungkin dianggap riba kali ya..) dan yang sesuai seperti seperti efisiensi dan tidak boleh boros dalam mengerahkan sumberdaya, kerapian, keteraturan tata letak, gerakan kerja yang ergonomis demi menghindari kecelakaan kerja, pengendalian mutu yang ketelitiannya maksimum (zero defect), kerapian dan ketelitian administrasi keuangan, penghargaan dan sanksi yang adil terhadap tenaga kerja berdasarkan ukuran yang jelas dan terbuka, dan pengelolaan sumberdaya secara sistemik, tidak parsial. Nahh dari situ penulis menyarankan langkah-langkah strategis dalam masalah ini:

  1. Pelajari terus Teknik Industri dari seluruh dunia sehingga kita tidak pernah ketinggalan dalam mengikuti perkembangannya, baik dari buku-buku teks, jurnal, majalah, seminar, internet, maupun yang lainnya.
  2. Kita juga sangat wajib belajar tentang Islam secara mandiri maupun belajar kepada ahlinya, sesuai contoh Nabi Muhammad SAW yang belajar Islam selama 46 semester atau selama 23 tahun masa kenabian beliau, dan baru berhenti saat beliau diwafatkan oleh ALLAH SWT.
  3. Setiap buku/jurnal/makalah/seminar tentang Teknik Industri yang kita pelajari pada langkah 1 berani kita komentari, kita sisipi pendapat berdasarkan Islam yang kita serap lewat langkah 2. Dan akan lebih baik lagi bila diformalkan dalam tulisan serta disampaikan dalam perkuliahan untuk mahasiswa (kayak guru SMA gw banget!!).
  4. Munculkan suatu Metodologi Penelitian Teknik Industri yang Islami baik untuk mahasiswa dalam penyusunan Tugas Akhir/Skripsinya maupun dosen dalam penelitiannya.
  5. Berani menawarkan Teknik Industri yang islami kepada industri untuk diterapkan demi memperoleh umpan balik yang pada gilirannya akan semakin mematangkan konsep-konsep Teknik Industri Islami.
  6. Mulai menulis buku teks hasil dari langkah 1-5.
  7. Kembali ke langkah 1.

So, what you want to do?

Source:

Knowing Allah
Al Qur’an Sumber Segala Disiplin Ilmu <Inu Kencana, 1994>
Islam dan Teknik Industri <Reza Nasrullah, may be 2008>

Advertisements

3 responses to “Islam dan Teknik Industri

  1. bagus sekali tulisan anda

  2. saya juga teknik industri klo jurusan industri nanti akan kemana?tolong balas ya pak?

  3. @dicky: kemana bagaimana? dunia kerjanya kah? atau bagaimana?
    singkatnya, inti dari ilmu TI adalah bagaimana membuat agar suatu sistem berjalan dengan efektif dan efisien. Nah untuk membuat agar suatu sistem efektif dan efisien dilakukanlah pengintegrasian pada manusia, bhn baku, peralatan, energi, dan tak lupa informasi. Suatu sistem bisa berarti suatu perusahaan, badan usaha, suatu organisai dll.
    Jd apabila dihub dgn dunia kerjanya, sangat luas bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s