Tragedi 15/9

Wahh wahh tragis bener nihh.. tragedi meninggalnya 21 orang dan 16 orang luka-luka akibat “antri” pembagian zakat yang dilakukan oleh H. Syaikon di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (15/9). Gw coba ditelaah dari berbagai sisi mengapa hal ini bisa terjadi..

  1. Adanya berita pembagian zakat yang diberitakan oleh siaran radio setempat membuat orang-orang bergerombol datang menuju “TKP” untuk mendapatkan uang 30 ribu.. –> bukti banyak masyarakat yang masih miskin? belum tentu.. bisa jadi yang datang itu tidak miskin tetapi karena ada pembagian uang ya ikut aja, siapa sih yang tidak mau uang?
  2. H. Syaikon membagikan zakatnya secara langsung tanpa melibatkan “BAZIZ” atau “BAZNAS” –> dikarenakan pengen bagi-bagi zakat secara langsung, mungkin biar kayak “pahlawan”, ini gw yang ngasih lo lo semua uang.. he he he… ato bisa saja belum percaya sepenuhnya terhadap kinerja organisasi tersebut, bisa jadi kalo melibatkan ntuh organisasi uangnya ditilep, ato panitianya dapet bagian. Who knows?
  3. H. Syaikon tidak melibatkan polisi –> masak pembagian zakat harus melibatkan polisi? nanti malah H. Syaikon harus memberi “bagian” ama polisi, ngurangin jatah bagi si miskin dongg..
  4. Masyarakat yang antri tidak berbudaya disiplin –> ini bener-bener sangat masuk akal. Liat aja tuh berduyun-duyun, main serobot, pingin cepet, yang belakang pengen maju, saling “genjet-menggencet”.. Cerminan masyarakat yang tidak disiplin sehingga mengakibatkan hal yang fatal. Dah banyak kasus yang terjadi akibat ketidakdisiplinan masyarakat, seperti pembagian BLT.. masih aja kayak gitu, saling berebut, pengen cepet.. Padahal kan pasti dapet, kan udah dijatah..
  5. H. Syaikon gak menerapin teori antrian??? –> wehh ini juga harus ditelaah, dengan banyaknya orang yang datang, ya harus dipikirkan bagaimana menyelesaikan masalah antrian ini… lha wong yang antri diasumsi tidak terhingga, masak server-nya cuman 1… jadi bottleneck dehh.. saran buat H. Syaikon, belajar teori antrian dulu ya… he he he… peace..

Beehhh.. Kasian banget ya si haji itu, pengennya berbuat baik, malah berakhir di bui. Semoga hal ini tidak berulang di lain waktu.. Semoga Indonesia ku tercinta ini berubah lebih baik..

Amin..

Meringis dengan nafas tersengal ketika terinjak dan terhimpir di pagar ketika berebut zakat dari dermawan bernama H Saikon di Gang Pepaya, Jalan dr Wahidin, Kelurahan Purutrejo, Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Senin (15/9). (KOMPAS.com)

Advertisements

One response to “Tragedi 15/9

  1. sebenarnya pemberian zakat itu harus diberikan melalui badan amil zakat… itu dah diatur..
    n tambahan.. kalo tangan kanan memberi aja ndak boleh tangan kiri tau.. gimana tuhh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s